Putera Klasik

Fikirkanlah…Renungkanlah

Al-Muntaqim

Yang Maha Kuasa Menidakkan hamba-Nya yang bersalah dengan menyiksanya.

Allah S.W.T sangat murka apabila terjadi suatu perlanggaran hak sesama makhluk, tetapi tidak demikian jika perlanggaran itu mengenai hak diri-Nya. Siksa ditimpakan kepada sesiapa sahaja yang melanggar hak makhluk, bukan mengenai hak diri-Nya.

Diriwayatkan dari Abu Darda’, beliau berkata,”Ada kalanya seseorang hamba dalam suasana aman damai, Allah S.W.T memerintahkan kepada malaikat Jibril a.s supaya mencabut atau menarik suasana yang sedemikian daripada hatinya (untuk menguji atau menduganya). Apabila si hamba itu merasa terkejut dan takut serta sedar, maka suasana aman damai itu dikembalikan, tetapi jika si hamba itu tidak mempedulikan apa yang dialaminya, maka akan ditambah dengan siksa.

Adakalanya seorang hamba memohon bantuan kepada Allah S.W.T  dengan cepat  setelah dia bertindak melakukan pelanggaran, maka si hamba itupun memperolehi perhatian-Nya sebelum ditimpa balasan siksa. Hal yang demikian bererti Allah S.W.T membimbing hamba itu kepada pemeliharaan maghfirah-Nya, dan disegerakan kemaafan dengan lemah lembut daripada kebaikan-Nya”

Tafsir Sufi untuk Asma’ Al-Muntaqim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: